Alasan Zam-Zam Tidak Pernah Kering

Alasan Zam-Zam Tidak Pernah Kering

Zam-zam pertama kali muncul ketika Ismail masih bayi kehausan di padang pasir gersang, Ismail menghentak-hentakkan kakinya ke tanah ketika ibunya mencari-cari air kian kemari. Atas izin Allah muncullah  air dari hentakan kaki Ismail, dan kemudian ibunya yang mengetahui hal tersebut mengatakan zam-zam yang artinya berkumpullah.

Setiap tahun jutaan manusia mendatangi Mekkah untuk beribadah, jutaan orang tersebut membawa dan meminum air zam-zam tersebut. Menjadi pertanyaan sebenarnya bagaimana mungkin air zam-zam tidak pernah mengalami kekeringan atau kehabisan air.

Ali  Husni Al Kharbuthli menjelaskan dalam bukunya menjelaskan bahwa zam-zam merpakan keajaiban sesui kehendak Allah. ia juga menjelaskan bahwa keajaiban ini dibuktikan oleh para ilmuan Salah satunya ialah Pakar Geologi Mesir Dr. Farouk El-Baz.
Dilaporkan harian Asharq Al Awsat, Ia pernah melakukan pemotretan geologis kawasan Gurun Sahara lewat satelit pada 1973. Hal serupa juga dilakukannya terhadap kondisi Mekah dan Madinah.

“Hasilnya, ternayata Ia mendapati tanda-tanda adanya lautan air di lapisan bebatuan di bawah Mekah. Dan lautan air itu bukan lain yang jadi sumber air zamzam,” tulisnya.

Dilanjutkan dia, keajaiban tak pernah berkurang dan mengeringnya sumur air zam-zam diperkuat dengan temuan sebelumnya oleh ilmuwan Arab Saudi bernama Tariq Hussain. Penelitian ini sekaligus bertujuan menjawab tuduhan air zam-zam tidak sehat lagi karena tercemar air resapan limbah warga Mekah.

“Ia bersama stafnya memang dapat membuktikan sebaliknya. Sumber sumur zamzam tak ada kaitannya dengan resapan air limbah warga Mekah dan airnya laik minum. Sejalan dengan itu, Ia mendapati pula, sumur-sumur warga di Mekah mengering di saat air sumur zamzam justru melimpah,” demikian dituliskannya.

Leave a Comment