Bahtera Nuh

Bahtera Nuh

Nabi Nuh mendapatkan perintah membuat sebuah kapal dari Allah, ia kumpulkan para pengikutnya dan mengumpulkan segala macam bahan untuk membuat kapal. Nabi Nuh sengaja memilih tempat yang jauh dari keramaian guna mendapatkan ketenangan dalam mengerjakan kapal. Namun, mereka yang tidak taat tetap mengolok-olok pembuatan kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh. Banyak dari orang-orang tidak taat beranggapan Nuh melakukan berbuatan sia-sia karena daerah mereka jauh dari air, dan tidak mungkin terkena banjir

Singkat cerita kapal yang dibuat Nuh dan pengikutnya yang taat selesai. Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk bersiap dengan pengikutnya, Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membawa orang-orang yang taat, juga membawa sepasang dari tiap-tiap makhluk hidup.

Air yang Allah turunkan dari langit sangat banyak, tak sampai disitu, dari perut bumi juga mengeluarkan air yang tak kalah banyaknya, dalam waktu singkat terjadilah banjir besar. Tenggelamlah seluruh kota termasuk bukit-bukit yang menjulang. Dengan izin Allah berlayarlah kapal Nabi Nuh, menyusuri banjir yang menerpa negerinya, menenggelamkan kaum-kaum yang tidak taat, menyelamatkan orang-orang yang beriman.

Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). (QS. Al-A’raf: 64).

Leave a Comment