Belajar kejujuran pada Abdul Qodir Jaelani

Bare Pir Sahib (orang suci agung) begitu ia disebut. Adalah Abdul Qodir Jaelani, salah satu tokoh muslim yang berpengaruh di dunia. Ia, yang dikenal sebagai seorang ulama fiqih, juga tarekat. Agaknya, padanya telah tercermin ketokohan itu bahkan sejak usia kecilnya. Begitu banyak diceritakan tentangnya, terutama menyoal kejujurannya.

Pada suatu ketika, tatkala umurnya belum genap belasan tahun. Ia meminta izin pada ibunya untuk pergi menuntut ilmu ke Baghdad. Dengan berat hati ibunya memberikan izin. Dengan berat hati pula ibunya memberinya bekal untuk di perjalana dan biaya hidup di tempat tujuannya. Dalam bekal itu, ibunya menyisipkan uang sebanyak 40 dinar di lipatan kain di bawah ketiaknya. Sebelum berangkat, ibunya berpesan, agar senantiasa berlaku jujur dalam kondisi apapun.

Di tengah perjalanan, tepatnya di wilayah Hamdan, rombongannya dihadang oleh para perampok. Para perampok itu merampas harta benda orang-orang yang serombongan dengannya. Salah satu perampok mendekatinya, dan menanyakan apa saja yang dibawanya. Dengan polosnya ia menjawab, ada uang sebanyak 40 dinar, bahkan ia mengatakannya dimana uang itu disimpannya.

Mendengar kejujurannya, erampok itupun heran, lantas membawanya kepada pimpinannya. Pimpinan itu menanyakan hal serupa. Dengan polosnya lagi, ia menjawab hal serupa, dan menunjukkan tempat dimana ia menyimpannya. Dikira bercanda, perampok itupun tidak percaya. Lalu, mereka merobek bajunya, terang saja mereka menemukan sejumput uang di lipatan kainnya.

Dengan keheranan pimpinan perampok itu bertanya, kenapa ada orang yang sebegitu jujurnya. Dengan tenang Adu Qodir kecil menjawab bahwa ibunya selalu berpesan, agar senantiasa berlaku jujur dalam kondisi apapun. Entah kenapa, jawaban polos itu membuat pimpinan perampok itu tercenung. Barangkali ada yang teringat pula olehnya. Lalu, dengan tiba-tiba ia tersungkur dan menangis. Para pengikutnya pun heran, dan mengikuti laku pimpinannya itu. Maka, bertobatlah mereka, seraya mengembalikan harta benda hasil rampokan yang telah mereka ambil dengan paksa.

Leave a Reply