Firaun Ingin Bertemu Tuhan dengan Piramida

Firaun Ingin Bertemu Tuhan dengan Piramida

“Dan Firaun berkata, ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka, bakarlah Hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa. Dan, sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta.” (al-Qashash ayat 38)

Salah satu peninggalan terbaik, dan dianggap sebagai keajaiban dunia ialah Piramida, Mesir. Piramida dikenal sebagai makan raja-raja, dan konon para bangsawan maupun raja mesir dikuburkan di Piramida. Namun, dalam Al Quran tujuan awal dari pembuatan piramida tersebut bukanlah untuk pemakaman.

Dalam surat Al-Qashash ayat 38 di atas, dijelaskan bahwa Firaun bermaksud membangun sebuah tempat yang sangat tinggi, hingga dia bisa semakin dekat dengan langit. Adapun guna dari tempat yang tinggi tersebut ia maksudkan dengan tujuan naik keatasnya dan meilihat Tuhan Nabi Musa, Allah SWT.

Pada surat lain juga dijelaskan tujuan Firaun membangun piramida:

“Dan berkatalah Fir’aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Rabb Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta”.” (QS. Al Mu’min : 36-37)

Dalil mengenai Allah berada di atas langit sangat banyak. Kita diperintahkan menyakininya tanpa harus bertanya-tanya bagaimana hakikatnya karena indra dan ilmu manusia tidak mampu untuk mengetahuinya.

Hakikatnya Fir’aun percaya Allah di atas langit akan tetapi karena nafsu dan sombong, ia mendustakannya. Allah menegaskan hal ini dalam Al-Quran, “Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.” (QS. An Naml: 14).

Leave a Comment