Hijrah ke Madinah Membuat Islam Kuat

Hijrah ke Madinah Membuat Islam Kuat

Pada awal penyebaran agama Islam, nabi Muhammad melakukannya dengan cara mendatangi rumah kerumah secara sembunyi-sembunyi. Barulah ketika menerima ayat ke 94 surat Al-Hijr, Rasulullah secara terang-terangan berdakwah. Hal ini mendapatkan respon yang sangat keras dari orang-orang kafir.

Orang kafir Quraisy semanakin berani menentang Rasulullah ketika Abu Thalib dan Siti Khadijah tiada. Islam mengajarkan tentang persamaan derajat, hal ini sangat dibenci karena dapat merusak tatanan sosial kaum Quraisy. Para pemimpin  Quraisy sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsawanan dalam diri mereka. Intimidasi dari orang-orang kafir Quraisy akhirnya membuat Rasulullah memutuskan hijrah ke Yasrib (Madinah).

Dikisahkan pada 621 M, datang 13 orang penduduk Madinah menjumpai Rasulullah, rombongan tersebut memutuskan memeluk agama Islam, mereka menjumpai Rasulullah di bukit Aqaba. Setahun kemudian, datang lagi sebanyak 73 orang penduduk Madinah. Mereka yang tujuan awalnya untuk berhaji kemudian menemui Rasulullah dan berjanji akan melindungi Rasulullah dan pengikutnya, mereka juga mengaja Rasulullah untuk pindah ke Madinah. Penduduk madinah ini berasa dari suku Aus dan Khazraj.

Rasulullah dan pengikutnya terkepung oleh kaum Quraisy ketika memutuskan hijrah. Kaum Quraisy bermaksud membunuh Rasulullah, namun atas izin Allah Rasulullah dan pengikutnya dapat selamat dari kepungan. Sampai di Madinah terasa berbedaan besar, keamanan dan kebebasan berdakwah lbih terjamin, sehingga meningkatkan usaha-usaha Rasulullah untuk menyebarluaskan agama Islam. Di kota inilah Rasulullah membangun kekuatan Islam sehingga akhirnya dikemudian hari Mekkah bisa takluk.

Leave a Comment