Hijrah, Menguatkan Islam

Mendatangi rumah kerumah secara sembunyi-sembunyi menjadi cara Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam pertama kali. Kemudian turun ayat Al-Quran surah Al-Hijr ayat 94, yang membuat Rsulullah kemudian berdawah secara terang-terangan. Tentu saja dakkwah terang—erangan Rasulullah ini mendapatkan respon yang sangat keras dari orang-orang kafir.

Orang kafir Quraisy semanakin berani menentang Rasulullah ketika Abu Thalib dan Siti Khadijah tiada. Islam mengajarkan tentang persamaan derajat, hal ini sangat dibenci karena dapat merusak tatanan sosial kaum Quraisy. Para pemimpin  Quraisy sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsawanan dalam diri mereka. Intimidasi dari orang-orang kafir Quraisy akhirnya membuat Rasulullah memutuskan hijrah ke Yasrib (Madinah).

Merujuk kepada hijrahnya Rasulullah, banyak ulama mengartikan bahwa hijrah merupakan perpindahan dari kekufuran menuju keimanan ke pada Allah. Hijrah wajib dilakukan apabila diri dan keluarga terancam dalam mempertahankan akidah dan syariat Islam.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharpakn rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni;mat) yang muli”. (Qs. Al-An’fal, 8:74)

Leave a Reply