Ilmu dan Iman

Ilmu dan Iman

” Bukanlah kebaikan itu dengan banyaknya harta dan anak, tetapi dengan banyaknya ilmu, besarnya kesabaran, mengungguli orang lain dalam ibadahnya, apabila berbuat kebaikan ia bersyukur dan bila berbuat salah (dosa) ia beristighfar kepada Allah” (Ali bin Abi Thalib )

Ilmu secara bahasa berarti memperoleh, mengetahui, yakin. Sementara iman secara bahasa berarti percaya, sementara secara istilah berarti membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan.

Kebodohan, dan ketidak mauan untuk belajar adalah hal yang menghalangi masuknya cahaya Islam. Sebab itulah manusia sebagai khalifah di muka bumi kemuliaanya terletak pada akal yang dianugrahi oleh Allah. Sebab itu pulalah, manusia wajib mengetahui bagaimana tugas seorang khalifah, mengelola dan memanfaatkan kehidupan dunia.

Jika kehidupan merupakan sebuah kendaraan, setiap orang yang hendak mengendarainya, harus tahu bagaimana ilmu mengendarainya, ilmu tentang aturan-aturan agar selamat mengendarainya. Itulah ilmu membawa keselamatan.

Ilmu akan saling berkaitan dengan ibadah. Wajiblah setiap muslim yang berakal untuk melakukan amal ibadah, dan ibadah perlu ilmu. Ibadah dikhawatirkan salah pengerjaannya kalau tidak mengetahui cara ibadah. Akibatnya, tidak sah lah suatu ibadah jika dikerjakan tidak sesuai dengan cara dan aturannya.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Subhanahu Wata’ala  Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11).

Ingatlah, jika manusia hanya beriman saja, maka dia tidak tahu cara memakmurkan bumi. Tidak akan ada peradaban yang seperti saat ini. Jika manusia hanya berilmu saja, niscaya mereka cenderung melakukan kerusakan di muka bumi, bukankah Allah melarang melakukan kerusakan di muka bumi.

Ilmu dan iman menjadi hal yang dak bisa dipisahkan. Dengan ilmu maka kita akan tahu, dengan iman maka kita akan damai. Aamiin.

 

Leave a Comment