Iman Bukan Berarti Percaya

Iman Bukan Berarti Percaya

Sejak kecil kita telah mengetahui bahwa iman itu artinya percaya. Percaya bahwa Allah itu ada, Adanya Malaikat, makhuk ghaib, percaya kitab, percaya Nabi dan Rasul, percaya adanya  takdir. Jika iman secara garis besar percaya akan kekuasaan Allah, maka orang-orang yang percaya bahwa Allah, Malaikat, kitab, Nabi dan Rasul, takdir tidak akan melakukan hal yang dilarang, namun pada kenyataan masih banyak orang yang percaya kekuasaan Allah tapi ia melakukan hal-hal yang dilarang.

Percaya tidak cukup melalui lisannya, Al-Quran menjelaskan bahwa sesungguhya orang yang beriman merupakan orang yang mencitai Allah melebihi hal-hal lain. Orang yang beriman sangat “rindu terhadap ajaran Allah.

Iman menjadi bagian pokok dalam Islam. Iman menjadi keyakinan dasar seorang makhluk kepada penciptanya. Iman menjadi pendorong seseorang berbuat sesuatu, dari hal ini kita dapat mengetahui bahwa Iman sebenarnya menyatu dalam diri, tidak hanya lisan saja, atau pengakuan saja, melainkan harus dibuktikan dengan perbuatan.

Perlu disadari, proses pembentukan iman diawali dengan perkenalan, setelah kenal maka kita akan tahu, setelah tahu maka kita akan merasa rindu untuk senan tiasa terbiasa menjalakan kepercayaan kita kepada Allah SWT, sehingga nantinya kita akan memperoleh ke imanan sejati, taqwa namanya

Leave a Comment