Jejak Islam di Negeri Matahari Terbit

Jepang pada masalalu memiliki kebijakan politik untuk tidak membuka diri kepada
masyarakat luar. Hal ini membuat Jepang terisolasi, dan membuat masyarakat dunia lebih
memilih memfokuskan diri kepada wilayah yang terbuka atau juga wilayah yang lebih mudah
mereka jangkau. Terutama bagi orang-orang yang berdagang antar negara.

Tidak banyak yang tahu, sebenarnya hubungan Islam dan Jepang sudah terjalin
lama.Pada abad 15 setidaknya umat Islam dipercaya telah masuk ke Al-Yaaban (Jepang).
Hafiz-i Abru, yang merupakan seorang sarjana Muslim Persia pada 1430 membuat peta
negara Jepang.

Pada abad 19, ketika Imperialisme Eropa terhadap Islam, dan Jepang menjadi negara
dengan kemampuan bertahan dari kekuatan Eropa, menjadi pendorong Sultan Abdulhamid II
(kesultanan Turki Utsmaniya) menjalin persahabatan dengan Jepang. Sultan Abdulhamid
mengirimkan kapal perang yang mampu mengangkut 600-an armada perang di dalamnya. Kapal perang itu juga ditugaskan untuk mengangkut hadiah kepada Kaisar Meiji.

Setibanya dengan selamat di Jepang, penumpang kapal perang tersebut, disambut
dengan penuh hormat, dan keramahan yang luar biasa baik oleh pimpinan dan masyarakat
Jepang kala itu.

Leave a Reply