Kain Ihram : Kelahiran dan Kematian

Kain Ihram : Kelahiran dan Kematian

Kain Ihram, menjadi suatu barang wajib yang dibawa oleh umat muslim yang akan melaksanakan ibadah haji dan umroh. Tanpa mengenakannya, maka batal ihramnya. Berbeda warna kulit, tinggi, rendah, berpangkat tinggi, berpangkat rendah, panglima perang, penguasa negeri, rakyat biasa dari manapun mereka berasal tetap diwajibkan berihram ditempat yang ditentukan (Miqat).

Ihram, kain tanpa jahitan, berwarna putih bersih tanpa noda, suci. Melambangkan kalahiran, yang berarti setiap muslim yang dilahirkan ke dunia ini sesungguhnya dalam keadaan bersih, tanpa dosa: syirik, kufur, serta dosa lain yang membuat kesuciannya sebagai hamba rusak.

Kain tanpa jahit berwarna putih ini pula yang nantinya mengingatkan pada kematian. karena, tiap-tiap muslim yang ajal menjemput kepadanya, tak peduli banyak hartanya, tinggi pangkatnya, gagah fisiknya, tak lain dan tak bukan hanya membawa kafan berwarna putih sebagai pembungkus jasat dalam kematiannya.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”. (QS. Al-Imran:195)

“Maka apabila sudah tiba ajal (waktu kematian) orang-orang itu, tidak dapatlah mereka mengundurkannya sekalipun sesaat dan tidak pula memajukannya”. (QS. An-Nahl: 61)

 

Leave a Comment