Keluarga Abadi Dalam Al-Quran

Keluarga Abadi Dalam Al-Quran

Dalam Islam, ada sebuah keluarga yang tertuliskan abadi, dan dapat menjadi teladan
oleh seluruh umat muslim sampai hari kiamat nanti. Keluarga tersebut merupakan keluarga
Imran, abadi dalam Al-Quran surah Alimran.

Dikisahkan, bernama lengkap Imran bin Matsan, merupakan keturunan Nabi Sulaiman
as. Keluarganya hidup dengan sederhana pada perkampungan Nazareth Palestina. Suatu
ketika Imran pernah bermimpi menjadi pengabdi di Baitil Maqdis.

Hannah Binti Faqudz merupakan nama istri Imran, dan merupakan ibu dari Maryam
yang kelak melahirkan nabi Isa as. Hannah pernah bernazar ketika Maryam masih di dalam
kandungan. Hannah bernazar akan menyerahkan anaknya kepada Allah, sebagai penjaga
Bautul Maqdis, Hanna sangat berharap anaknya nanti bisa menjadi hamba yang soleh.
(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan
kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat
(di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah
Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Alimran:35)

Namun, ternyata anak yang dilahirkan adalah seorang perempuan, dan istri Imran
menamai anaknya dengan nama Maryam. Ia lantas berdoa agar anaknya dipelihara oleh
Allah. Marya sendiri tidak pernah bertemu dengan ayahnya, Imran. Karena Imran meninggal
ketika Marya masih di dalam kandungan. Dan ketika maryam lahir ia lantas dirawat oleh
pamannya bernama Nabi Zakaria.

Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku,
sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa
yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya
aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak
keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (Alimran:36)