Kesetaraan Gender Dalam Pandangan Islam

Kata gender secara kebahasaan dapat diartikan sebagai jenis kelamin. Islam sebagai agama yang di dalamnya terdapat ajaran kasih sayang, membahas secara umum dalam Al-Quran mengenai hubungan laki-laki dan wanita. Dan bukankah firman Allah dalam Al-Quran menjadi hal yang tidak perlu diragukan lagi.

Kesetaraan dalam Islam diperbolehkan, dalam artian tidak ada larangan tentang perkara gender. Namun, tentu saja porsinya harus pas. Sesungguhnya laki-laki menjadi pelindung bagi wanita. Menjadi pelindung harus ditekankan benar-benar menjadi pelindung, bukan malah merasa menjadi pelingung, lantas seorang pria bisa merasa lebih tinggi daripada wanita setara terajat.

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) itu telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka `di tempat tidur(pisah ranjang), dan (jika diperlukan) pukullah mereka. Tetapi jika meeka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar.” (QS. An-Nisa ayat 34)

Opini masyarakat mengenai seorang istri yang nantinya melayani suami, dan tidak perlu menuntut ilmu terlalu tinggi juga harus kita kesampingkan. Islam sendiri mengajarkan bahwa untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, sampai liang kubur malah. Seorang wanita sejatinya menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya. Nah, kedekatan seorang anak sejatinya akan lebih condong kepada ibu. Maka ibulah yang akan lebih banyak mengajarkan sesuatu kepada anak-anaknya. Dengan adanya ilmu yang berguna dari seorang wanita, maka ilmu tersebut dapat mereka ajarkan kepada anaknya.

Allah sebagai pencipta alam semesta berikut isinya memandang sama laki-laki dan wanita dalam hak dan kewajiban seorang muslim.

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl ayat 97)

Sebenarnya yang harus kita sadari ialah kodrat, laki-laki kodradnya seperti apa, wanita seperti apa pula. Allah menciptakan sesuatu dengan pasangannya agar terjadi sebuah keseimbangan. Ada siang maka ada malam, ada kanan ada kiri, ada barat ada gelap maka ada terang. Hal tersebut menjadi sebuah keseimbangan. Begitupula laki-laki dan wanita, untuk menjaga keseimbangan.

Leave a Reply