Larangan Umroh

Larangan Umroh

(bagian 1)

Umroh atau haji kecil merupakan ibadah bagi umat Islam. Umroh artinya berziarah
sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah pada masa itu. Umroh dapat dilakukan kapan saja
atau dengan artian tidak terikat waktu, sementara haji memiliki keterikatan waktu. Dalam
melaksanakan ibadah ini ada larangan-larangan yang tidak boleh kita kerjakan

Ibnu Umar ra berkata seorang sahabat telah bertanya kepada Nabi SAW,” Wahai
utusan Allah, pakaian apa yang boleh dikenakan bagi orang yang berihram?”, Beliau
menjawab “ Tidak boleh mengenakan baju, sorban, celana topi dan khuf ( sarung kaki yang
terbuat dari kulit), kecuali seseorang yang tidak mendapatkan sandal, maka pakailah khuf,
namun hendaklah ia memotongnya dari bawah dua mata kakinya dan janganlah kamu
mengenakan pakaian yang dicelup dengan pewarna atau warna merah”

Dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi bersabda “ janganlah seorang wanita berihram
mengenakan cadar dan jangan pula menggunakan kaos tangan”. Namun boleh bagi wanita
menutupi wajahnya bila ada laki-laki yang lewat di dekatnya

Allah SWT berfirman “Dan diharamkan atasmu menangkap binatang buruan darat
selama kamu dalam keadaan ihram”. (Al Maidah : 95). Apabila dilanggar, maka jamaah
harus membayar denda dengan membeli makanan seharga binatang yang diburu dan
menyedekahkannya kepada fakir miskin atau memberi makanan kepada fakir miskin
sebanyak 5/6 liter ( 1 mud ) untuk satu harinya.

Leave a Comment