Masjid dan fungsinya pada masa Rasulullah

Mesjid, bagi kita umat muslim, adalah rumah yang paling nyaman, sebuah tempat untuk memulangkan segala resah. Segala yang mengganjal dalam kehidupan umat Islam biasanya akan lenyap sejak sujud pertama di keteduhan rumah Allah ini.

Tak sedikit, bagi kalangan peziarah-peziarah spiritual, masjid-mesjid menjadi tempat yang wajib untuk mereka kunjungi. Tentu, bagi mereka, masjid telah menjadi sebuah destinasi untuk memenuhi kebutuhan spritual mereka.

Bahkan, dengan keteduhan itu pula, tak jarang pula bagi kelompok-kelompok tertentu, mesjid kerap dipergunakan untuk kepentigan-kepentingan yang terhubung dengan kegiatan-kegiatan politik.

Lalu, bagaimana rupanya mesjid difungsikan pada masa Rasulullah? Setidaknya, ada 4 fungsi mesjid di masa-masa Rasulullah dan sahabat-sahabatnya.
1. Mesjid sebagai tempat ibadah, yaitu sebagai tempat memuja muji Allah SWT, mengingat, bersujud, bersyukur atas rahmat dan karunnianya. Sebagaimana dalam surat Al-Taubah: 108, bahwa “sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa.”
2. Mesjid sebagai tempat mendapatkan ketenangan. Konon, Bilal pernah diminta oleh Nabi untuk mengumandangkan azan, agar supaya seketika itu Nabi mendapatkan ketenangan dari padanya.
3. Mesjid sebagai pemersatu masyarakat. Bahwa di mesjidlah Rasulullah menyatukan kaum muhajirin dan anshar ketika beliau hijrah. Dan di mesjid jugalah Nabi menerima para tamunya, baik itu dari kalangan muslim maupun non muslim.
4. Mesjid sebagai tempat pengembangan ilmu, pengajian, dan pendidikan. Sebagaimana pendahulu islam yang banyak melahirkan ilmuwan-ilmuwan, tak ayal, mesjid dijadikan sebagai asrama belajar, berdiskusi, dan melakukan kajian. Serta, melahirkan karya-karya keislaman mereka (KH. Ali Mustafa Yaqub)..

Leave a Reply