Mekah; kota yang disucikan

Dalam dunia Islam, Mekah merupakan kota yang teramat istimewa. Sebuah kota yang menjadi saksi sejumlah peristiwa-peristiwa penting dunia keislaman. Di kota inilah sejarah islam dibentangkan. Maka dari itu, kota Mekah, bagi umat muslim, menjadi kota yang harus dikunjungi sebagai sebuah tujuan. Di kota inilah kemudian umat muslim melaksanakan perjalanan-perjalanan spiritual mereka. Katakanlah itu perjalanan haji, ataupun juga perjalanan umrah.

Di kota Mekah ini jualah terdapatnya sebuah mesjid yang kita kenal dengan mesjidil haram. Penamaan yang barangkalai diturunkan dari istilah yang melekat dengan tanah Mekah itu sendiri. Yaitunya Tanah Haram. Lalu, apakah itu yang dimaksud dengan Tanah Haram? Bukankan kata haram berarti sesuatu yang tidak boleh dijejaki, disentuh, ataupun didekati.

Mengenai hal ini, ada banyak hadis yang menjelaskannya. Diantaranya, hadis dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW menyebutkan rahasia penamaan Mekah dengan Tanah Haram. “Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Dia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari kiamat. Belum pernah Allah halalkan berperang di dalamnya, sebelumku. Dan Allah tidak halalkan bagiku untuk memerangi penduduknya, kecuali beberapa saat di waktu siang.”

Hadis lain, Bukhari Muslim, “dia haram dengan kemuliaan yang Allah berikan, sampai hari kiamat. Tidak boleh dipatahkan ranting pohonnya, tidak boleh diburu hewannya, tidak boleh diambil barang hilangnya, kecuali untuk diumumkan, dan tidak boleh dicabut rerumputan hijaunya.”

Oleh karenanya, Mekah disebut Tanah Haram tidak lain karena ada banyak aturan yang tidak boleh dilanggar di dalamnya. Tanah Haram, mempunyai arti sebuah tanah yang tidak halal untuk dilanggar. Artinya lagi, Mekah adalah tanah atau kota yang telah disucikan.

Leave a Reply