Mengenal Daerah Thaif

(Hijrah Rasulullah)

Thaif, berjarak kurang lebih 80 kilometer dari Kota Mekkah. Thaif menjadi salah satu tempat bersejarah dalam perkembangan Islam, karena Rasulullah pernah hijarah ke daerah bersuhu dingin ini. Di tempat ini pulalah Rasullah pernah bertempur menegakkan agama Islam.

Tekanan dari kaum kafir Quraisy semakin kuat setelah meninggalnya Khadijah dan Abu Thalib. Oleh karena semakin kuatnya tekanan dari kaum kafir Quraisy yang bisa saja berbuat kejam kepada pengikut Rasulullah, maka akhirnya Rasulullah memutuskan untuk hijrah.

Rasulullah mencoba meminta bantuan pada Bani Tsaqif di daerah Thaif. Akan tetapi, Bani Tsafiq memerintahkan anak-anak mereka untuk melempari Rasulullah dengan bebatuan. Di daerah Thaif ini Rasulullah hanya bertahan 10 hari.

Rasulullah pernah menjelaskan kepada Aisyah bahwa peristiwa penolakan dari Bani Tsaqif ini sebagai peristiwa yang sangat sulit.  Apakah engkau mengalami peristiwa yang amat menyulitkan setelah peperangan Uhud?” tanya Aisyah. Rasulullah SAW menjawab, Sungguh aku temukan (rasakan) suatu yang amat menyulitkan di kaummu, yaitu peristiwa Aqbah di Thaif. Tatkala aku menawarkan misiku pada Ibnu Abdu Yalil bin Abdi Kalal, ia tak mereseponsku

Rasulullah SAW pun pergi dalam keadaan masygul. Bahkan, beliau mengaku sempat tak sadar hingga sampai di Qorn Tsa’alib. Aku menengadahkan kepalaku, tiba-tiba ada sekumpulan awan memayungiku. Aku pun mengarahkan pandanganku ke sana dan melihat Jibril.

Maka, Malaikat itu mengucapkan salam dan berkata, Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah mendengar apa yang diucapkan kaummu kepadamu. Aku malaikat gunung diutus oleh Rabbmu untuk melayani semua perintah dan permintaanmu. Jika engkau mau, niscaya akan kami timpakan gunung Ahsyabain ini kepada mereka.

Rasulullah SAW menjawab, Justru aku berharap ada generasi mereka di kemudian hari yang menyembah Allah dan tidak berbuat syirik sedikit pun”(Sahih al-Bukhari, Fathul Bari 6: 312-313).

Setelah mengalami masa-masa yang sulit itu, yakni hijrah ke Thaif, Allah SWT menghibur Rasulullah SAW dengan peristiwa Isra Mikraj, yakni perjalanan di malam hari dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa dan terus hingga menghadap Sang Khalik di Sidratul Muntaha.

Leave a Reply