Menjaga imun iman dalam kondisi yang kurang aman

Sebagaimana kita ketahui, hari ini, dunia, sedang berperang melawan sebuah wabah. Pendemi Corona Virus Diseas 19 yang biasa disebut COVID-19. Virus yang mewabah dengan begitu cepat sekali sebarannya. Sebuah penyakit, yang hingga hari ini belum ditemukan obatnya. Pendemi ini, sudah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Setidaknya, 150 lebih negara sudah terpapar wabah ini. Dan diantaranya, tak terhitung jumlah nyawa yang melayang karenanya.

Ironisnya, dalam kondisi yang darurat ini, banyak pula orang-orang yang berbeda dalam menyikapinya. Bahkan, perlu pula untuk memasang badan atas sikapnya itu. Misalnya, banyak orang yang begitu fatalistis, yaitu menganggap bahwa semua yang terjadi atas izin Allah, dan merasa tak perlu untuk mencari jalan keluarnya. Terkait ibadah misalnya, ketika ada sebentuk pelarangan untuk berkumpul dengan banyak orang, termasuk beribadah secara berjamaah. Sehingga, fatalisme ini mendorong mereka untuk enggan menghiraukan anjuran-anjuran para ahli bahkan pemerintah untuk berupaya memutus rantai persebaran pendemi ini.

Padahal, Rasullullah SAW pernah bersabda, bahwa jika terjadi wabah, maka sangat dianjurkan untuk berada di rumah dengan sabar dan tawakkal.

“tidak ada seorang pun, ketika terjadi wabah, lalu ia di rumah saja dengan sabar dan yakin bahwa tidak ada yang menimpanya kecuali apa yang telah ditakdirkan Allah, melainkan ia akan memperoleh pahala seperti seorang syahid.” (Hadis Sahih riwayat Imam Ahmad 26139, juga diriwayatkanoleh Al-Bukhari dalam sahihnya dengan narasi “fi baladihi”).

Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim, bahwa: “jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, janganlah kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu, maka, janganlah kalian keluar darinya.”

Barangkali benar, bahwa dengan menahan diri untuk berdiam diri sejenak, diyakini akan bisa memutus rantai persebaran wabah ini. Wallahu A’lam, tentu, segala sesuatu datang dan semuanya akan kembali kepada Allah.

 

Leave a Reply