Nabi Idris Membandingkan Surga dan Neraka

Bersama diketahui bahwa neraka menjadi tempat orang-orang yang amalannya tak
lebih banyak dari pada keburukannya ketika di dunia. Neraka disebut juga sebagai naar yang
berarti api yang menyala-nyala. Jangan disangka api dalam neraka sama dengan api yang
terdapat di dunia, karena dahsyatnya api dalam neraka tak seujung kuku pun dapat di tandingi
api di dunia ini.

Dikisahkan Nabi Idris atas izin Allah pernah dibawa oleh Malaikat Izrail untuk melihat
bagai mana dahsyatnya neraka. Sampai dekat neraka, Nabi Idris dikisahkan langsung
pingsan. Api dahsyat di dalam neraka orang-orang zalim dan durhaka disiksa sangat berat. Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa Nabi Idris menangis pilu melihat hal tersebut. Sementara itu Malaikat penjaganya yang bernama Malik tampak begitu menyeramkan.

Nabi Idris tak sanggup melihat hal tersebut lantas memohon untuk dibawa ke surga.
Pemandangan surga berbeda jauh dengan neraka. Sampai di pintu surga Nabi Idris disambut
dengan ucapan salam oleh penjaga surga bernama Ridwan. Ketika masuk ke dalam melihat
surga, Nabi Idris hampir pingsan karena keindahan yang dilihatnya. Kalimat tasbih tak henti-
henti diucapkan Nabi Idris. Keindahan surga membuat Nabi Idris tak mau lagi untuk kembali
kedunia. Lantas Izrail menjelaskan bahwa Nabi Idris boleh tinggal di surga setelah hari
kiamat bersama-sama dengan orang beriman.

Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang
bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) syurga ‘Adn yang
pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan (diatas dipan-dipan)
sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. Dan pada sisi mereka
(ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang
dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari
Kami yang tiada habis-habisnya. (QS. Shad 49-54)

Leave a Reply