Nabi Musa Membunuh Orang Mesir

Nabi Musa Membunuh Orang Mesir

Pada suatu ketika Nabi Musa meninju orang Mesir yang berkelahi dengan orang dari Bani Israel. Orang yang ditinju oleh Nabi Musa kemudia meninggal. Musa kemudian menyadari hal tersebut salah. Dan menganggap perbuatan tersebut bersumber dari setan. Musa berdoa. `Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, karena itu ampunilah aku’. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS al- Qashash : 16).

Bagi orang-orang Bani Israel, apa yang dilakukan oleh Musa merupakan perbuatan yang wajar, karena membantu orang-orang Bani Israel. Pada saat itu memimpinlah seorang raja yang jahat nyatanya, Fir’aun. Tapi, jika ditinjau lebih jauh bahwa membunuh tanpa pembuktian terlebih dahulu tetap merupakan hal yang tidak dibenarkan.

Ya Rabbku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, maka aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa. (QS al-Qashash : 17).

Isi penting yang dapat dipelajari daripada kisah Nabi Musa membunuh seorang penduduk Mesir ini:

1. Segera istighfar atas setiap keadaan: Nabi Musa cepat memohon keampunan kepada Allah walau hal keadaannya kesilapan yang dilakukannya adalah tidak disengajakan.
2. Berhati-hati memilih perjuangan: Bani Israil yang dilindungi Nabi Musa ternyata seorang yang tidak layak dilindungi kerana dia memang suka mencari pergaduhan
3. Bergegas melakukan kebaikan walaupun susah: Seorang lelaki telah datang dari hujung bandar dengan berlari untuk menyampaikan berita yang menyelamatkan Nabi Musa

Leave a Comment