Rukun Haji

Rukun Haji

Rukun dan wajib haji, merupakan perkara yang harus dikerjakan ketika kita melakukan
ibadah tersebut. Ketika seseorang tidak melaksanakan rukun haji maka batallah berhajinya,
dengn kata lain ibadah hajinya harus di ulang. Sementara wajib haji, jika tidak dilaksanakan
maka harus membayar dam.

Ihram, yaitu berniat untuk haji. Sebagaimana dalam shalat niat itu diwajibkan,
begitupun niat dalam haji maupun umrah. Perlu diperhatikan pula terkait tempat dan waktu
miqat yang akan berkaitan erat dengan wajib haji. Inilah rukun haji yang pertama.

Selanjutnya wuquf di Bukit Arafah, yang waktunya terentang mulai dari waktu zhuhur
tanggal 9 Dzulhijjah sampai subuh tanggal 10 Dzulhijjah. Jamaah bisa mengambil waktu
siang sampai setelah maghrib, ataupun malam harinya sampai jelang subuh.

Thawaf Ifadhah. Setelah wukuf di Arafah, jamaah haji menuju Masjidil Haram,
mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Putaran ini dimulai dari sekiranya arah dari Hajar
Aswad, dan Ka’bah berada di sisi kiri badan jamaah haji, mmenjadi rukun haji yang ketiga.

Sa’i dari bukit Shafa dan Marwah, dimulai dari bukit Shafa, kemudian berjalan sampai
tujuh kali perjalanan hingga berakhir di bukit Marwah, hikmah lain yang dapat diambil dari
hal ini ialah menginat kembali seperti apa Siti Hajar mencari-cari air ketika anaknya Ismail
kehasan di sebuah padang pasir yang gersang dulunya.

Rukun terakhir yaitu tahallul, yaitu mencukur rambut kepala setelah seluruh rangkaian
haji selesai. Waktunya sekurang-kurangnya adalah setelah lewat tanggal 10 Dzulhijjah.

Leave a Comment