Sabar, Kunci Mendekatkan Diri Pada Allah

Sabar, Kunci Mendekatkan Diri Pada Allah

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Qs Al Baqarah : 153)

Terdapat dua macam kebersamaan Allah kepada makhluknya: umum dan khusus. Allah senantiasa bersama seluruh makhluknya, apakah ia mukmin, kafir, fasik, aupun musyrik. Hal tersebut dikatakan sebagai kebersamaan umum. Allah melihat, mendengar, mengatur seorang makhluk.

Maka yang akan kita bahas lebih lanjut ialah kebersamaan khusu. Kebersamaan khusus merupakan pertolongan dan kekuatan yang Allah berikan kepada seorang hambanya. Maka dalam ayat di atas mencerminkan kebersamaan khusus Allah kepada seorang makhluknya.

Jikalau kita senan tiasa bersabar, maka sabar kita dapat menjadi penolong kita. Dengan kata lain dengan kesabaran sebenarnya cara kita mendekatkan diri pada Allah, sehingga kita secara khusus mendapatkan “kebersamaan” dari yang mmenciptakan kita.

Kita barangkali mengetahui kisah dari para nabi dan rasul Allah, tidak satupun dari mereka yang tidak memiliki kesabaran dalam diri mereka. Nabi Ayub, bersabar dalam mengadapi penyakit yang dideritanya, Nabi Nuh senan tiasa bersabar dalam menghadapi mezoliman kaumnya, Nabi Muhammad senan tiasa bersabar dalam mengahadapi orang-orang yang berusaha mencelakakannya.

Nah, buah kesabaran dari para nabi dapat kita jadikan keteladanan, bagaimana para nabi yang diebutkan mendapatkan “kebahagiaan” dikemudian hari berkat buah kesabaran mereka. Dan sabar yang mereka miliki menjadi pendekat mereka kepada Allah SWT.

Leave a Comment