Sains dalam Al-Quran

(Bagian 2)

Sebagai kitab suci yang dijadikan pedoman umat Islam, Al-Quran banyak
menyinggung ilmu pengetahuan, antara lain perbintangan. Bersama diketahui bahwa bintang
itu benda langit yang memancarkan cahaya. Bintang terbagi dua, bintang nyata dan bintang
semu.

Bintang semu merupakan bintang yang hanya dapat memantulkan cahaya dari bintang
lain. Sementara bintang nyata merupakan bintang yang dapat memancarkan cahaya sendiri.

“Sangat banyak dijadikan di langit galaksi-galaksi dan Dia jadikan padanya pelita-
pelita dan qomar-qomar yang bercahaya” (QS.21-Al Furqan:61).

Al-Quran telah menjelaskan bahwa matahari itu merupakan bintang, sama seperti
pendapat ilmuan-ilmuan yang hidup jauh setelah Al-Quran ada. Bintang dalam bahasa Al-
Quran merupakan najm. Bagi ilmuan modern bintang dapat menghasilkan cahaya karena
terjadinya pembakaran. Hal ini senada dengan yang ada di dalam Al-Quran bahwa matahari
itu memancarkan cahaya.

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya
manzilah-manzilahnya……”(QS.10-Yunus:5).

Leave a Reply