Sains dalam Al-Quran

Sains dalam Al-Quran

(bagian 1)

Al-Quran sebagai firman Allah, menjelaskan banyak hal dialamnya, termasuk hal-hal
yang berhungungan dengan ilmu sains. Banyak fakta sains hari ini sebetulnya telah dijelaskan
dalam Al-Quran sejak lebih dari seribu tahun yang lalu.

Teori big bang dicetuskan pertama oleh seorang ilmuawan Rusia, Aleksandr Friedmann
dan Belgia Georges Lemaire, dan dikembangkan ilmuwan Amerika, George Gamow pada
1940an. Teori ini berkesimpulan bahwa alam semesta berasal dari satu titik kecil, karena
adanya kepadatan material dan suhu tinggi, titik tersebut meledak dan berkembang menjadi
alam semesta seperti sekarang. Al-Quran telah mengatakannya jauh sebelum ilmuan-ilmuan
tersebut melakukan riset tentang alam semesta. Allah berfirman:

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi
itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.
Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka juga tiada
juga beriman?” (QS: Al-Anbiya ayat 30)

Kita mengetahui bahwa pergerakan bumi dengan dua cara yaitu rotasi (bumi berputar
pada porosnya), dan revolusi (bumi berputar mengelilingi matahari. Rotasi bumi membuat
terjadinya siang dan malam, sementara revolusi menyebabkan pergantian musim. Lagi-lagi
Al-Quran telah menjelaskan hal tersebut jauh sebelum sekarang. Allah berfirman:

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia menutupkan
malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan,
masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha
Perkasa lagi Maha Pengampun.” [QS. Az-Zumar ayat 5]

Leave a Comment