Sejarah Melempar Jumroh

Sejarah Melempar Jumroh

Sekitar 4000 tahun dari sekarang, pada 1870 SM, Nabi Ibrahim yang berniat
menyembelih putra kesayangannya Ismail. Pada saat itu datang setan menggoda Nabi
Ibrahim untu menghentikan niatnya. Lantas Nabi Ibrahim mengambil batu kerikil tujuh buah,
lantas melemparkannya kepada setan tersebut.

Setan yang kalah lantas mendatangi Hajar. Jikalah tak dapat memengaruhi sang ayah
maka seorang ibu lebih mungkin bisa ditipu daya, begitulah pemikiran setan. Tak terpengaruh
dengan pengaruh setan lantas Hajar melemparinya dengan kerikil. Tempat Hajar melempari
setan kemudian menjadi tempat melempar Jumroh Wustha.

Putus asa terhadap Ibrahim dan Hajar, lantas setan mendatangi Ismai. Namun, Ismail
yang sudah tertanam keimanan dalam dirinya melakukan perlawana kepada setan tersebut.
Keimananya tidak goyang, tetap teguh kepada perintah Allah.

Ayah, Ibu, dan Anak yang dimuliakan oleh Allah ini kemudian melempari kerikil ke
arah setan. Tempat ini dijadikan sebagai tempat lempar Jumroh Aqabah. Karena keimanan
keluarga ini Allah sangat menyayangi dan memuji keberhasilan mereka menghadapi ujian
Allah.

Leave a Comment