Takwa yang Hakiki

“Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar (perintah dan larangan) Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan (dalam) hati(Qs. al-Hajj: 32)

Seorang hamba Allah hanya mampu melalui tahap perjalanan menuju ridho Allah dengan hati serta keinginan yang kuat. Bukan sekedar dengan anggota tubuh saja, karena taqwa yang hakiki adalah takwa hati bukan takwa anggota badan. Begitulah perkataan bijak dari Imam Ibnu Qayim al-Jauziyyah.

Takwa yang hakiki sesungguhnya bukan amalan perbuatan yang tampak dari luaran, tapi sebenarnya apa yang terdapat dalam hati. Misalnya banyak orang-orang munafik yang dari luaran terlihat seolah menegakkan agama Islam, padahal dalam hatinya tidak. Banyak orang sesungguhnya secara lahiriah mengamalkan agama Islam hanya untuk kepentingan diri mereka semata, maka ketahuilah Allah berfirman:

“Dan di antara manusia ada orang yang beribadah kepada Allah dengan berada di tepi (untuk memuaskan kepentingan pribadi), jika mendapatkan kebaikan (untuk dirinya), dia akan senang, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana/hilangnya nikmat, berbaliklah ia ke belakang (berpaling dari agama). Rugilah dia di dunia dan akhirat, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Qs. al-Hajj: 11)

Leave a Reply