Waspada Penyakit Hati Pada Saat Bulan Ramadhan

Waspada Penyakit Hati Pada Saat Bulan Ramadhan

Penyakit hati dalam islam bukanlah penyakit yang menyangkut kesehatan seperti penyakit liver, chirhosis, dan lain sebagainya. Penyakit yang ada dalam hati setiap orang bisa mempengaruhi perilaku dan perbuatannya. Perihal mengenai penyakit hati ini disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini

وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (QS At Taubah : 125)

Dalam firman Allah SWT tersebut disebutkan bahwa penyakit hati dapat membawa kepada kekafiran dan mati dalam keadaan kafir. Hal ini tentu sangat tidak diinginkan oleh umat muslim dimanapun.

Bagaimana dengan Bulan Ramadhan, apakah ada hubungannya dengan penyakit ini?

Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan berkah. Dimana setiap amal perbuatan baik ataupun buruk akan dilipat gandakan oleh Allah SWT.

Maka dari itu, tidak heran jikalau seluruh umat muslim banyak yang semakin giat dalam melaksanakan ibadah keada Allah SWT. Tetapi berhati – hatilah dengan munculnya penyakit hati ketika melaksanakan ibadah tersebut.

Apakah penyakit hati di bulan ramadhan itu?

Berikut beberapa penyakit hati yang mesti kita waspadai ketika menjalankan ibadah di bulan ramadhan ataupun bulan lainnya:

Janis Penyakit Hati Yang Mesti Kita Waspadai

1. Riya (Suka Pamer)

Di Bulan Ramadhan ini, cukup banyak peluang untuk melakukan perbuatan Riya. Sebab tidak sedikit umat muslim yang menyebutkan aktivitas ibadahnya kepada orang lain terutama di media sosial. Sperti…

  • “Shalat shubuh dulu guys…”
  • “Alhamdulillah puasa hari ini lancar jaya kawan…”
  • “Alhamdulillah ramadhan ini bisa beribadah lebih khusyu dari ramadhan sebelumnya At Masjid Nabawi”
  • “Alhamdulillah hari ini bisa shadaqah walaupun tidak sedikit mudah – mudahan diterima Allah”
  • Memposting foto di media sosial yang sedang santunan
  • Jangan diganggu, sedang tadarusan guys…

Riya sangat berbahaya dan dilarang dalam islam.

Perbuatan baik atau suatu ibadah sebaiknya hanya diketahui oleh dirinya dan Allah SWT saja dan tidak menyebut-nyebut kepada orang lain.

Sebagian orang menganggap status diatas adalah hal yang spela dan biasa saja.

Tetapi alangkah baiknya apabila kita diam agar tidak menggugurkan pahala dari ibadah yang telah kita kerjakan. Sperti firman Allah SWT sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (Qs Al Baqarah 264)

 

2. Takabur (Sombong)

Orang yang suka takabur (Sombong), biasanya mereka akan merasa bangga pada dirinya dan menganggap remeh orang lain. Di bulan Ramadhan ini berhati – hatilah dengan penyakit ini karena akan sangat berbahaya bagi diri kita.

Sombong prakteknya bisa bermacam-macam. Namun intinya sombong itu adalah merendahkan orang lain dan menolak kebenaran.

Contoh dari takabur di bulan ramadhan yaitu:

Misalkan, ada orang yang menasehati kita untuk tidak mengumbar ibadah di media sosial, tetapi kita malah menolaknya. Kita menganggap diri kita sudah benar, hebat dan pintar. Tidak perlu mendengarkan apa – apa dari masukkan orang lain. Karena orang lain kebanyakan salah, bodoh dan tidak berguna.

Allah SWT memerintahkan umatnya untuk menghindari perilaku sombong dalam ayat berikut berikut

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (QS Al Isra :37)

 

3. Ujub

Ujub adalah sikap mengagumi diri sendiri. Membanggakan diri sendiri atas apa yang telah diperoleh dan dimiliki padahal itu semua adalah karunia dari Allah SWT.

Sifat ini dapat merusak hati dan cenderung membuatnya takabur (sombong).

Berhati – hatilah sahabat khalifa, dibulan ramadhan ini mungkin sahabat telah banyak melakukan ibadah.

Agar apa yang sudah kita kerjakan tidak menimbulkan ujub, perbanyaklah beristighfar dan berdzikir agar selalu mengingat Allah SWT.

Sesungguhnya apa yang telah kita kerjakan semata – mata dari Allah dan karena Allah.

Sifat ujub dapat merusak hati dan cenderung kepada takabur (sombong).

Rasulullah Saw bersabda,

“Tiga hal yang membinasakan: Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar, dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thabrani).

 

4. Bakhil (Kikir)

Pada Bulan Ramadhan, dianjurkan untuk banyak memberi dan bershadaqah dengan ikhlas.

Kenyataannya tidak sedikit orang yang bakhil terhadap hartanya karena takut kekurangan atau jatuh miskin.

Sifat bakhil atau kikir adalah salah satu penyakit hati dimana seseorang yang tidak mau atau memberikan sedikit hartanya pada orang yang membutuhkan sementara ia memiliki harta tersebut.

Allah berfirman:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs Al Imran : 180)

 

5. Hasad

Hasad merasa iri atau tidak senang dengan kebahagiaan orang lain. Penyakit hati ini akan lebih berbahaya bagi kita sendiri karena dapat mengumbar kebencian. Bukan untuk diri kita sendiri akan tetapi bagi orang lain juga.

Misalkan, ada tetangga yang pergi umrah di bulan ramadhan. Tetapi kita malah membencinya dan menganggap itu untuk pamer kepada orang lain.

Perintah untuk menjauhi penyakit hati ini terkandung dalam firman Allah ayat berikut

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An Nisa : 32)

Penyakit hati ini juga disebutkan dalam hadits berikut ini

“Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu”. (HR. Abu Dawud)

Demikian penjelasan dari penyakit hati yang mesti kita waspadai selama bulan ramadhan ini, namun tidak hanya di bulan ramadhan saja tetapi ini juga mesti kita waspadai untuk bulan setelah ramadhan dan seterusnya.

Semoga kita semua diberikan perlindungan iman dan taqwa oleh Allah SWT.

Semoga artikel ini bermanfaat dan apabila ada kesalahan baik dari segi penulisan ataupun dari materi penyampaian kami mohon maaf sebesar – besarnya, karena sesungguhnya kebenaran hanya datang dari Allah SWT.

Leave a Comment