Zam-zam: Air yang Melimpah

Kalau dilihat dari arti bahasa, Zam-Zam memiliki arti melimpah ruah. Air inilah yang dianggap suci bagi umat muslim. Air ini terdapat dikomplek kawasan Masjidil Haram, berkedalaman sekitar 42 meter. Kemudian, para jamaah haji ataupun jamaah umroh membawa air ini untuk dijadikan buah tangan ketika pulang.

Diceritakan, Siti Hajar dan Ismail kehabisan bekal disuatu padang tandus, gersang, tidak ada kehidupan. Ismail kecil mnangis karena kehausan, lalu siti hajarberlari ke bukit Marwa mencari kemungkinan makanan dan minuman, lalu kembali lagi ke buki Shafa, Lalu kembali lagi ke bukit Marwa. Tanpa disadari, Siti Hajar telah bolak-balik sebanyak 7 kali.\

Setelah 7 kali berlari, Siti Hajar kembali melihat ke arah Ismail yang tadinya menangis lantas tiba-tiba diam. Dari arah kaki Ismail menheluarkan air. Siti Hajar lantas menghampiri Ismail kecil dan berkata, “zam-zam” dengan harapan air yang keluar dapat mengalir lebih banyak. Air, inilah yang kemudian menjadi sumber kehidupan di padang tandus yang kemudian hari menjadi kota Mekah.

Mata air zam-zam empat tidak terawat, dan ditutup selama ribuan tahun sepeninggalan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Abdul Muthalib lah yang kemudian membuat mata air ini menjadi seperti sumur.

Air Zam-Zam, memiliki kandungan yang istimewa dan berkhasiat. Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya : “Sebaik-baiknya air di permukaan bumi ialah air Zam-Zam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit.”

Leave a Reply